Politeknik Kesehatan Siteba

Politeknik Kesehatan Siteba merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada di bawah naungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X Sumatera Barat. Politeknik Kesehatan Siteba berdiri semenjak Tahun 2006 berdasarkan Keputusan Mendiknas Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No: 212/D/O/2006 serta diresmikan dan dikukuhkan oleh Kepala PPSDM (Dr. Muharso, SKM) pada tanggal 3 Maret 2007.

Politeknik Kesehatan Siteba memiliki 3 Program Studi, antara lain:

  1. D3 Kebidanan
  2. D3 Teknik Elektromedik (satu-satunya di Sumatera Barat)
  3. D3 Fisioterapi (satu-satunya di Kota Padang)

Hingga saat ini Politeknik Kesehatan Siteba telah menghasilkan lulusan sebanyak 944 orang yang sudah tersebar diseluruh Indonesia bahkan luar negeri seperti Jepang dan Mesir.

Politeknik Kesehatan Siteba memiliki mitra kerjasama, antara lain:

A. Perguruan Tinggi

  1. Politeknik Mersing Johor - Malaysia
  2. Politeknik Kesehatan Kemenkes II Jakarta
  3. Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta - Solo
  4. Politeknik Negeri Padang
  5. Universitas Negeri Padang
  6. Universitas Esa Unggul - Jakarta
  7. UNiversitas Udayana - Bali
  8. Universitas Bung Hatta - Padang
  9. Politeknik Caltex Riau

B. Rumah Sakit/ Yayasan Kesehatan/ Klinik/ Puskesmas

  1. RSUD Sawahlunto
  2. RSUD Batusangkar
  3. RSI Ibnu Sina Bukittinggi
  4. RSI Ibnu Sina Padang
  5. RSUD Lubuk Sikaping
  6. RSUD Solok
  7. RSUD Padang
  8. RSUD Padang Pariaman
  9. RS Yos Sudarso Padang
  10. RS Hermina Padang
  11. RSUD Painan
  12. RS Otak Muhammad Hatta Bukittinggi
  13. RS Ortopedi Surakarta
  14. RSUP M. Djamil Padang
  15. RSUD Padang Panjang
  16. RSUD Payakumbuh
  17. RSUD Pariaman
  18. RSU Bunda BMC
  19. Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Surakarta
  20. Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Jakarta
  21. Puskesmas Tanah Garam Solok
  22. Pukesmas Alai Padang
  23. Klinik Puri Medical Centre
  24. Klinik Fisioterapi Segar

C. Instansi Lainnya

  1. Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND)
  2. Asosiasi Pendidikan Teknik Elektromedik Indonesia (APTEMI)
  3. Asosiasi Perguruan Tinggi Fisioterapi Indonesia (APTIFI)
  4. Bataliyon Infanteri 133 Yudha Sakti Padang
  5. Jasa Raharja Putra
  6. Bank Negara Indonesia (BNI)

Selain itu Politeknik Kesehatan Siteba juga memiliki fasilitas dan sarana, antara lain:

  • Gedung sendiri
  • Lokasi kampus strategis di tengah kota
  • Ruang Kuliah full AC
  • Labor Kebidanan
  • Labor Teknik Elektromedik
  • Labor Fisioterapi
  • Klinik Fisioterapi
  • Perpustakaan Terpadu
  • Lahan Praktek Lapangan: Rumah sakit, Puskesmas, Bidan Praktek Mandiri (BPM)
  • Sarana penunjang kuliah: Phantom, Infokus, Laptop, wifi, dst.

Jl. Jhoni Anwar No. 17 A Lapai, Kota Padang, Prov. Sumatera Barat

Program Studi D3 Teknik Elektromedik


Bertujuan untuk menghasilkan tenaga ahli madya yang mampu terampil dalam menginstall, memperbaiki, mengkalibrasi, memelihara serta mengoperasionalkan peralatan kesehatan.

Program studi yang mempelajari pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi serta menerapkannya di bidang kesehatan ini dapat ditemui dalam perkembangan dan penggunaan alat-alat medik/ kedokteran/ fasilitas kesehatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan. 

Saat ini prospek kerja dibidang ini sedang bagus. Serta lulusan teknik elektromedik dari Politeknik Kesehatan Siteba ini memiliki masa tunggu kerja yang singkat dan tidak ada yang mengganggur. 

Program Studi D3 Fisioterapi


Bertujuan untuk menghasilkan tenaga ahli madya yang mampu dan terampil dalam memberikan pelayanan kesehatan dan pemulihan fisik pasien (kondisi stroke, nyeri sekitar persendian, respirasi seperti asma, batuk berdahak, dsb) dengan menggunakan alat seperti infra red (IR), Short Wave Diathermy (SWD), Elektro Terapi, Nebulaizer ataupun menggunakan  metode manual terapi.

Program studi ini merupakan cabang dari program studi kedokteran, yang mempelajari pemahaman ilmu pengetahuan gerak tubuh manusia dan organ tubuh yang berperan di dalamnya dengan pengembangan, pemeliharaan dan memaksimalkan fungsi gerak.

Saat ini fisioterapis mulai dikenal masyarakat secara luas, dari mulai artis, atlet bahkan pembukaan Klinik Fisioterapi sudah mulai dilirik oleh masyarakat. Selanjutnya pemenuhan berbagai pelayanan kesehatan ditingkat puskesmas yang sedang diupayakan oleh Kementerian Kesehatan, membuka peluang besar untuk penyerapan lulusan ini.
 

 

Program Studi D3 Kebidanan


Bertujuan untuk menghasilkan tenaga ahli madya yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam hal kebidanan (ibu pra hamil, melahirkan, nifas, ibu menyusui, kesehatan bayi baru lahir dan balita, asuhan kebidanan, komunitas, pelayanan KB), serta dapat mengelola Unit Pelayanan KIA/KB dan melaksanakan penelitian asuhan kebidanan.

Program studi ini mengajarkan cara persalinan, menyiapkan calon bidan yang siap berperan dalam membantu bahkan memimpin persalinan. Juga melatih agar calon bidan tersebut mampu melakukan pemeriksaan kehamilan, melakukan perawatan juga asuhan kepada pasien. Selain disiapkan menjadi tenaga medis dalam persalinan, juga dipersiapkan dalam membantu ibu saat proses menyusui, pemulihan kesehatan ibu pasca melahirkan, hingga program Keluarga Berencana. 

Saat ini memang banyak lulusan bidan, namun kebutuhan kesehatan untuk lulusan ini masih banyak dibutuhkan, terutama di daerah-daerah yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan. Prospek karir cerah karena setelah lulus bisa bekerja di rumah sakit, klinik, puskesmas, termasuk membuka praktek sendiri di rumah.